Selasa, 09 Juli 2013

Pijat Bayi, Hal-hal yang Perlu Diperhatikan


Pijat bayi semenjak zaman dahulu dipercaya baik untuk membantu bayi agar rileks, sehat dan tidak rewel. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pemijatan yang dilakukan secara benar dan teratur pada bayi prematur dapat memicu peningkatan bobot bayi hingga 50%. Namun, kembali lagi pada teknis pemijatannya harus dilakukan secara benar dan teratur.

Nah, agar teknis pemijatan bayi dapat dilakukan secara benar ada beberapa hal teknis yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

Pertama: waktu

Terkait dengan waktu pemijatan, ada dua hal yang perlu diketahui yaitu (1) waktu yang dianjurkan untuk melakukan pemijatan dan (2) waktu yang perlu dihindari untuk melakukan pemijatan pada bayi.

Baik, kita mulai dengan waktu yang dianjurkan. Untuk melakukan pemijatan pada bayi pilihlah waktu yang benar-benar luang dan memungkinkan Anda untuk melakukan pemijatan dengan fokus. Usahakan memang waktu-waktu tersebut Anda khususkan sebagai jadwal pemijatan bayi secara kontinyu pada waktu-waktu selanjutnya.

Misalnya: waktu pagi hari saat Anda sudah menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum memandikan bayi. Atau sore hari saat Anda tidak disibukkan lagi dengan berbagai pekerjaan rumah. Dan waktu-waktu lain yang Anda memang bisa mengalokasikannya secara khusus untuk aktivitas pijat bayi ini.

Selanjutnya waktu-waktu yang perlu dihindari untuk melakukan pijat bayi. Mengapa dihindari? Karena dikhawatirkan pemijatan yang dilakukan pada waktu tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan bayi. Nah, waktu-waktu tersebut adalah:

  • Setelah makan atau minum Asi
  • Ketika bayi sedang tidur
  • Ketika Anda sedang mengerjakan pekerjaan lain.
  • Ketika bayi sedang sakit

Kedua: perlengkapan penunjang

Adapun perlengkapan penunjang yang perlu disediakan untuk melakukan pijat bayi yaitu minyak untuk melumasi tangan Anda. Minyak ini berfungsi untuk memudahkan tangan dalam memijat bayi. Perlu diingat, kulit bayi sangat sensitif, sehingga sebaiknya gunakan minyak pelumas yang aman bagi kulit bayi. Seperti minyak telon atau baby oil yang relatif aman.

Ketiga: cara pemijatan

Pelajari teknik-teknik pijat bayi yang baik dan benar agar pijat bayi yang Anda lakukan memberikan efek positif. Lakukan pemijatan dengan lembut, pelan-pelan seperti diusap-usap. Jangan menekan-nekan tubuh bayi dengan keras, karena organ tubuh bayi masih sangat lembut dan lemah. Sehingga tidak bisa diperlakukan seperti halnya orang dewasa.

Keempat: bagian-bagian tubuh bayi yang perlu dihindari dari pemijatan

Selanjutnya Anda juga perlu mengetahui bagian-bagian tubuh bayi yang rawan dan sebaiknya dihindari dari pemijatan. Karena dikhawatirkan pemijatan di bagian tersebut dapat merusak dan menyakiti tubuh bayi. Nah, adapun bagian-bagian tubuh yang perlu dihindari dari pemijitan yaitu ubun-ubun, tulang rusuk, tungkai, leher, tangkai paha dan lengkung lengan.

Kelima: kebersihan dan keamanan tangan yang digunakan untuk memijat.

Pastikan tangan yang akan Anda gunakan untuk memijat dalam kondisi bersih dan aman. Cuci tangan dengan sabun dan potong kuku yang panjang, agar tangan yang digunakan untuk menyentuh bayi aman tidak beresiko melukai bayi.

Oleh: Neti Suriana
Sumber: www.bidanku.com
Related Posts : aman , bagian-bagian , bayi , benar , dianjurkan , dikhawatirkan , gunakan , lakukan , lembut , minyak , neti suriana , pekerjaan , pemijatan , penunjang , perlengkapan , pijat , tangan , teknis , tubuh , waktu-waktu

0 komentar on " Pijat Bayi, Hal-hal yang Perlu Diperhatikan "

Posting Komentar

 

Pijit Bayi © 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | Images by Tadpole's Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men