Senin, 19 Mei 2014

Mengenal Berbagai Minyak Untuk Pijat Bayi


Dalam pijat bayi, perlengkapan yang paling dibutuhkan dalam memijat adalah pelumas pijat. Tentunya untuk menghindari lecet dan luka pada kulit bayi. Dibanding menggunakan krim atau losion, para ibu lebih menyukai menggunakan minyak dalam memijat bayi, karena dianggap lebih sehat dan menghangatkan bayi.

Dalam memilih minyak pijit bayi tentunya tidak boleh sembarangan. Salah-salah bisa menimbulkan iritasi kulit atau bahkan sampai pada infeksi bakteri berbahaya ke bayi anda. Minyak pijat bayi terbagi menjadi dua jenis, yakni minyak mineral dan minyak nabati. Di Indonesia sendiri minyak yang paling lazim digunakan adalah minyak mineral, minyak kelapa, dan minyak telon. Dua jenis terakhir tergolong dalam jenis minyak nabati.

Minyak mineral berasal dari minyak bumi. Minyak mineral untuk bayi sering disebut baby oil. Karena minyak mineral dibuat dalam jumlah besar dan sudah tersedia pada banyak merek, umumnya harganya lebih murah dan mudah di beli di toko obat. Sebagian Ibu memilih minyak mineral sebagai minyak pijat bayi karena membantu melembabkan kulit bayi. Khusus bagi bayi dengan kulit sensitif dan bayi yang lahir prematur, minyak mineral atau baby oil lebih bagus untuk digunakan karena dinilai lebih aman.

Namun secara umum pada bayi normal, minyak ini dianggap tidak lebih baik dari minyak nabati, bahkan beresiko pada infeksi kulit (ruam). Minyak ini dapat menyumbat pori-pori karena tidak menembus kulit dengan mudah. Pori-pori tersumbat ini yang menyebabkan terjadinya ruam atau infeksi kulit.

Minyak nabati adalah minyak minyak yang disari/diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan. Minyak Nabati dinamai juga minyak sayur karena jenisnya seperti minyak kelapa sawit dipakai untuk bahan memasak makanan (sayur). Beberapa ahli lebih merekomendasikan menggunakan minyak nabati. Memijat dengan minyak nabati dinilai lebih menyerap dengan cepat pada kulit bayi, dan mudah dicerna. Maka jika bayi anda mengisap ibu jarinya yang terolesi minyak nabati, tentu tidak menimbulkan bahaya. Berikut beberapa jenis minyak nabati yang biasa digunakan sebagai minyak pijit bayi,

1. Minyak Kelapa

Minyak ini pada umumnya selain untuk bahan kecantikan, digunakan untuk minyak pijat bagi bayi ataupun orang dewasa. Minyak kelapa lebih disukai bayi dan baik untuk kulit, rambut dan tulangnya. Minyak ini sangat cocok digunakan saat musim panas atau dalam cuaca panas karena memiliki efek pendingin pada tubuh. Minyak kelapa juga membantu mencegah infeksi kulit pada bayi karena memiliki sifat antibakteri dan antiseptik. Kekurangan dari minyak ini karena baunya yang tengik tentu akan mengurangi kenyamanan dalam proses pemijatan.

2. Minyak Telon

Minyak telon, dalam bahasa jawa berarti bertiga. Maksudnya minyak ini berasal dari campuran tiga bahan minyak, yakni minyak adas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa. Minyak telon paling lazim digunakan oleh para ibu kepada bayinya, dan memang formulasi campuran minyak ini, sengaja ditujukan untuk bayi. Minyak telon sangat baik karena membantu meredakan perut kembung, masuk angin, memberikan rasa hangat pada tubuh bayi, serta memiliki aroma yang khas.

3. Minyak Zaitun

Minyak Zaitun (Olive oil) adalah minyak yang dihasilkan dari pemrosesan buah zaitun murni tanpa tambahan senyawa lain. Zaitun Kandungan vitamin E dalam Minyak Zaitun sangat tinggi, punya aroma yang lembut, juga tidak akan menghasilkan bau yang tidak sedap dalam waktu yang relatif lebih lama. Namun jika digunakan terlalu sering kulit bayi akan selalu tampak berminyak. Minyak ini tidak baik bagi bayi yang memiliki kulit sensitif, karena kandungan asam oleat minyak ini yang tinggi.

4. Minyak Almond

Kandungan vitamin E dalam minyak ini, baik untuk kelembutan kulit si kecil. Tetapi seperti minyak zaitun, minyak almond jika digunakan terlalu sering dapat membuat kulit si kecil jadi terlihat selalu berminyak.

5. Minyak Mastard

Minyak ini sangat cocok dalam dalam cuaca dingin, karena membuat tubuh bayi lebih hangat. dalam keadaan kolik (bayi menangis tak terkendali), melumuri minyak mustard sangat membantu meredakan keadaan tersebut. Namun pemakaian secara terus menerus juga mengandung resiko, karena minyak ini yang seringkali tercampur dengan biji lain. Baunya yang tajam juga membuat bayi menjadi tidak nyaman.

Oleh : Dedy Yanwar Elfani
Related Posts : almond , bayi , dedy yanwar elfani , ibu , infeksi , kelapa , kulit , mineral , minyak , nabati , oil , perut , pijat , pori , ruam , telon , tubuh , vitamin , zaitun

1 komentar on " Mengenal Berbagai Minyak Untuk Pijat Bayi "

Posting Komentar

 

Pijit Bayi © 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | Images by Tadpole's Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men